Inilah saat-saat sulit bagi industri otomotif. Di tengah melemahnya daya beli konsumen, para agen tunggal pemegang merek (ATPM) terpaksa menaikkan harga mobil. Dalam satu bulan, mereka bisa merevisi harga 2-3 kali. Padahal tanpa kenaikan pun, konsumen akan menunda membeli mobil.
Gambaran tersebut merupakan sebuah fakta, bagaimana Toyota Astra Motor (TAM) dalam 2-3 bulan menjelang tutup tahun 2008 berusaha untuk tidak menaikkan harga produknya. Namun, hari demi hari sejak krisis melanda Amerika, Eropa, kemudian mendunia, tekanan pun mulai menghampiri industri otomotif Indonesia.
Ditambah lagi dengan kurs rupiah yang terus melemah hingga mencapai kisaran Rp 11 ribu per dolar AS. Sementara harga jual mobil Toyota, masih memakai patokan nilai tukar rupiah sekitar Rp 9.200 per dolar AS.
“Pada ssat seperti itu, mau tidak mau Toyota harus menaikkan harga kembali,” jelas Direktur Pemasaran Toyota Astra Motor (TAM), Joko Trisanyoto dalam jumpa pers akhir tahun, Selasa (30/12), di Jakarta.
Toyota, tambahnya sudah tidak kuat lagi menahan untuk tidak menaikkan harga produknya. Karena itu, per 1 Januari 2009, pemimpin pasar mobil di Indonesia ini akan menaikkan harga jual seluruh produknya antara 5-13%.
“Semua produk yang dirakit di Indonesia (CKD) akan naik antara 5–8%. Sedangkan kendaraan yang diimpor utuh (CBU) naik 10–13%,” tambah Joko sambil mengerutkan keningnya.
Produk CKD mulai dari Toyota Avanza, Kijang Innova, Toyota Fortuner, Rush dan Dyna. Sementara CBU mencakup Land Cruiser, Alphard, Camry, Corolla, Vios, Yaris, Lexus, plus Hilux.
Joko mencontohkan harga Toyota Avanza yang dirakit di Indonesia untuk varian terendahnya sekitar Rp 116 juta per unit. Dengan kenaikan 5-8%, harganya naik sekitar Rp 6 juta.
“Kalau dilihat dari kenaikan nilai tukar rupiah dari Rp 9.000-an menjadi sekitar Rp 11.000-an per dolar AS saja sudah mencapai sekitar 20%. Oleh karena itu, kenaikan kendaraan yang diimpor utuh (CBU) bisa lebih tinggi mencapai 20%,” katanya.
Joko mengakui saat ini sejumlah komoditas bahan baku seperti baja sudah menurun. Namun, tekanan nilai tukar rupiah saat ini dan kenaikan harga mobil Toyota di dalam negeri yang belum sesuai dengan kenaikan harga baja tahun lalu, mendorong TAM berani menaikkan harga mobil tahun depan di tengah proyeksi melemahnya pasar mobil nasional.
“Dengan kenaikan harga itu setidaknya kami mendapat marginal profit yang bisa menutupi variabel biaya (produksi). Kalau marginal profit saja sampai nol, makin tinggi produksi akan semakin rugi. Memang dampaknya volume (penjualan) menurun,” ujar Joko.
Bahkan ia juga mengakui, tidak tertutup kemungkinan pada bulan-bulan mendatang pada 2009 pihaknya kembali menaikkan harga mobil. Menurut dia, kenaikan harga mobil Toyota paling rendah dibandingkan merek lain, karena pada saat itu Toyota Motor Corp (TMC) setuju kenaikan harga mobil Toyota di Indonesia ditahan tidak tinggi.
Namun, sebagai dampak krisis keuangan global yang menyebabkan penjualan TMC juga anjlok akibat penjualan mobil di AS turun, kata dia, prinsipal tersebut tidak lagi ‘membantu’ TAM untuk kebijakan harga mobil di Indonesia yang harus naik untuk menekan kerugian.
“Tahun 2009 kami masih menargetkan penguasaan pasar mobil di Indonesia sekitar 34% di tengah penjualan mobil nasional yang diproyeksikan turun sekitar 30%,” ujarnya.
Pada Januari-November 2008 penjualan mobil nasional mencapai sekitar 568.150 unit dan TAM mencapai sekitar 194.232 unit. Sampai akhir tahun penjualan mobil nasional diperkirakan menembus angka 600 ribu unit, dan TAM diperkirakan meraih penjualan sekitar 206 ribu sampai 208 ribu unit.
Lalu, bagaimana dengan ATPM lain? Jawabnya, kalau pemimpin pasar saja sudah menaikkan harga, sudah pasti yang lain akan ikut manaikkan harga jualnya juga. Itu hanya soal waktu saja. Bahkan jauh hari sebelumnya, beberapa ATPM sudah mengumumkan akan menaikkan harga jual produk mereka, namun belum secara terang-terangan berapa besar prosentasenya.
Nah, mumpung masih ada waktu kalau mau beli mobil sekarang, jangan tunggu besok.
DIarsipkan di bawah: Tak Berkategori | Ditandai: Camry, Corolla, Toyota Fortuner, Toyota Astra Motor (TAM), Toyota Avanza, Rush dan Dyna., Land Cruiser, Alphard, Vios, sejak krisis melanda Amerika, industri otomotif Indonesia., Direktur Pemasaran Toyota Astra Motor (TAM), Joko Trisanyoto, per 1 Januari 2009, (CKD) akan naik antara 5–8%., (CBU) naik 10–13%, Kijang Innova, Yaris, Lexus, plus Hilux.












nice blog bro, he he..semakin banyak nich wordpress tentang otomotif. Apalagi yang nulis wartawan otomotif handal. Sukses terus bang Gustom!!!
Gile komentarnya, kayak gw wartawan handal aja, he2x thanks tus