Pajak Progresif Mobil, Pisau Bermata Dua
Rancangan Undang-undang (RUU) mengenai Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Progresif guna menekan kemacetan akan berlaku per 1 Januari 2010. Nah, bagi pemilik lebih dari satu kendaraan bermotor bersiaplah membayar pajak lebih mahal.
Bila untuk kendaraan pertama si pemilik hanya dikenakan pajak sebesar 2% dari nilai jual kendaraan, untuk kendaraan kedua dan seterusnya, angka tersebut akan naik menjadi antara 2-10% dari nilai jual kendaraan tergantung keputusan pemerintah provinsi tempat si pemilik berada.
Sebagai gambaran, jika mobil yang pertama dibeli Rp 100 juta, PKB atas mobil tersebut Rp 2 juta per tahun. Namun, jika mobil sejenis dibeli untuk kedua kali dan seterusnya, PKB yang dibebankan bisa lebih mahal, yakni Rp 5-10 juta.
Keputusan pemerintah ini pernah ditanggapi mantan Presiden Direktur PT Indomobil Suzuki Internasional (ISI) Soebronto Laras. Ia menilai pemerintah tidak konsisten terkait rencana pemberlakuan PKB Progresif. “Itu sama artinya kebijakan pemerintah kontradiktif dengan salah satu butir Piagam ASEAN,” cetusnya.
Pada kesepakatan negara-negara di regional ASEAN tersebut tertuang keputusan pembebasan pajak bagi semua aktivitas perdagangan, termasuk di dalamnya sektor otomotif, pada 2015 mendatang.
Celakanya, kata Soebronto, pemerintah Indonesia belum meratifikasi Piagam ASEAN tersebut. “Pemerintah kita seolah terjebak dengan ASEAN Charter karena takut industri kita kalah bersaing dengan negara-negara lain di ASEAN,” kata lelaki yang kerap disapa Yonto ini.
Yonto mengakui, penerapan pajak progresif dan kenaikan tarif pajak kendaraan bermotor bak pedang bermata dua. “Sekarang ini, kebijakan terkait pajak bisa baik, bisa juga buruk. Jadi ada yang mau menikmati, ada juga yang tidak mau menikmati. Pemerintah kita belum tahu arahnya mau ke mana,” tukasnya.
Ia mencontohkan, pemerintahan Beijing, China, baru-baru ini memberlakukan kenaikan pajak 40% bagi mobil 3.000 cc, dan 20% untuk mobil 2.000 cc. Sebaliknya, mobil dengan kapasitas mesin kurang dari 1.000 cc pajaknya justru diturunkan 10%. “Saya harap, pemerintah bersedia meninjau kembali rencana pemberlakuan pajak progresif itu,” harapnya.
****
Otomotif Mulai Bergairah
Industri otomotif baik roda empat maupun roda dua, kini kembali bergairah. Memasuki semester kedua 2009, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat sepanjang Juli 2009 penjualan mobil mencapai 41.900 unit yang berarti naik hampir 6% dari penjualan Juni yang hanya mencapai 39.567 unit.
Tapi, angka penjualan mobil di Juli 2009 masih lebih kecil ketimbang penjualan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Di Juli 2008, penjualan mobil mencapai 60.830 unit. Jadi ada penurunan sekitar 32,2%.
Secara total, penjualan mobil diJanuari – Juli 2009 mencapai 251.746, turun sekitar 12% ketimbang penjualan periode yang sama tahun 2008 sebesar 353.860 unit.
Kenaikan penjualan mobil di Juli tersebut dipicu semakin dekatnya Lebaran serta pelaksanaan The 17th Indonesia International Motor Show (IIMS) 2009 yang bagi beberapa atpm melebihi target penjualan mereka selama pameran.
Pemimpin pasar otomotif tanah air PT Toyota Astra Motor mencatat penjualan hingga 2.151 unit selama 10 hari pameran IIMS 2009, dengan Toyota Avanza dan Kijang Innova memimpin angka penjualan terbesar.
“Di tengah kondisi krisis global ssat ini, kami bersyukur mampu mencatat prestasi penjualan ini. Kami akan terus memberikan produk-produk terbaik serta layanan menyeluruh,” ujar Presdir TAM Johnny Darmawan
PT Honda Prospect Motor (HPM) selaku agen tunggal pemegang merek (atpm) mobil Honda mencatat penjualan 1.180 unit kendaraan di ajang 17th Indonesia International Motorshow (IIMS) 2009 yang berlangsung 24 Juli – 2 Agustus dengan nilai transaksi Rp334,07 miliar.
Sebanyak 46% atau 543 unit dari jumlah tersebut merupakan kontribusi dari produk terbaru Honda, yaitu Honda Freed.
PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) agen kendaraan Isuzu mencatat total penjualan 335 unit sepanjang IIMS 2009, melebihi target penjualan 250 unit.
****
Proton Exora atau Toyota Avanza
Berita mengenai kedatangan MPV Proton Exora dari Malaysia yang menurut rencana akan diluncurkan pada 15 Juli mendatang, ditanggapi dengan beragam komentar. Tak hanya dari masyarakat tapi juga dari para Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM).

Salah satunya, Toyota Astra Motor (TAM). Menurut TAM, rencana kedatangan MPV anyar Proton Exora di Tanah Air awal semester kedua tahun ini tidak akan mengganggu pasar Toyota Avanza.
“Biar konsumen yang menentukan. Sebab, mobil tersebut di Malaysia sekitar 80.000 ringgit atau Rp 200 jutaan, itu juga karena mobil nasional dan diproduksi di sana. Kalau masuk ke Indonesia pasti harga jualnya tidak sama karena dikenakan pajak dan lain-lain,” ujar Communication Department Manager PT TAM Achmad Rizal di Jakarta, kemarin.
Rizal menambahkan Avanza masih menjadi salah satu <I>backbone</I> (tulang punggung) penjualan TAM sampai saat ini, sehingga kemungkinan Exora akan menggoyang pangsa pasar Avanza sangat kecil. Apalagi, Kijang Innova.
Toyota Avanza sepanjang 2008, menurut data Gabungan Industri Kendaran Bermotor Indonesia (Gaikindo), menjadi mobil paling laris dan tak tergoyahkan selama tiga tahun berturut-turut, 2006, 2007 dan 2008. Penjualan ini mengalahkan rival-rival terdekatnya, seperti Livina, Xenia bahkan Kijang Innova.
Pada semester I 2009, Toyota Avanza berkontribusi dengan penjualan terbanyak, yaitu 46.811 unit dan kemudian disusul Kijang Innova sebesar 14.543 unit.
Sementara itu, Proton yang baru diluncurkan Rabu (15/4) di Kuala Lumpur, Malaysia, yakin bahwa Exora dengan kapasitas mesin 1.6 liter akan disambut hangat oleh pasar karena dibanderol dengan harga kompetitif di bawah 76.000 ringgit atau US$ 21.000.
Di Malaysia, Exora memang termasuk fenomenal. Sebelum dilaunching saja, jumlah daftar inden sudah lebih dari 2.000 unit sementara Proton menargetkan mampu menjual sekitar 2.500 unit per bulan. Beberapa fitur yang ditawarkan antara lain dual airbag, auto cruise, leather seat, DVD player, sistem navigasi dan konektivitas Bluetooth.
Lalu, bagaimana pasar MPV dari negeri Jiran ini di Indonesia? Melihat data yang dikeluarkan Gaikindo sepanjang 2009 ini, kemungkinan agak sulit bagi Proton Edar Indonesia untuk menyaingi pasar MPV yang sudah dijejali dengan produk-produk Jepang dan Korea. Tapi, kita liat saja bagaimana perkembangannya karena pasar otomotif Indonesia itu memang unik, setiap kali ada produk baru selalu diserbu. Hanya yang perlu diingat, kebiasaan orang Indonesia selalu berpikir, nilai jual kembalinya berapa ya?
****
Luxio Mirip Roti atau Alphard
Multi-Purpose Vehicle (MPV) Daihatsu Luxio yang didisain Daihatsu Indonesia memang belum beredar. Sebagian konsumen, calon pembeli MPV baru Daihastu ini belum melihat fisiknya secara utuh, paling-paling juga lewat foto-foto yang beredar di internet. Itupun masih sangat terbatas.
Sampai sejauh ini, Astra Daihatsu Motor (ADM) memang belum mengeluarkan foto Luxio secara resmi. Bahkan informasi mengenai Luxio juga belum banyak diulas media massa.
Hebohnya, kritik atau tanggapan miring tentang Luxio mungkin jauh lebih banyak dari pemberitaannya sendiri. Coba saja iseng melancong di berbagai blog yang sudah melansir artikel atau news mengenai Luxio. Masuk ke sub rubrik yang menampilkan komentar, Baca deh! Ada komentar positif, tapi banyak juga yang miring. Ada yang bilang harganya kemahalan tidak sebanding dengan disainnya yang mirip roti atau kulkas.
Miris juga kalau membaca komentar seperti itu. Apakah karena Luxio CKD sehingga banyak komentar miring, tapi rasanya nggak juga, mobil CBU juga tak habis-habisnya dikritik.
Uniknya, dikritik seperti apa pun, konsumen yang sudah kepincut nggak akan peduli. Tetap saja laris manis, buktinya Daihatsu Luxio sudah banyak yang inden lho!.
Mobil penumpang baru yang akan diluncurkan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) pada 26 Februari mendatang ini diberi nama Daihatsu Luxio akan dijual mulai Rp 135 jutaan dan tersedia dalam tiga varian.
“Daihatsu Luxio akan dijual sekitar Rp 135-160 jutaan dengan tiga varian, yaitu D, M, dan X,” ujar sebuah sumber belum lama ini.
Sumber tersebut menambahkan bahwa dari tiga varian yang ada dua diantaranya bertransmisi manual sedangkan untuk varian X tersedia dalam transmisi otomatis.
Sampai sejauh ini, Daihatsu memang belum merilis harga Luxio. Namun menurut Direktur Marketing ADM, Amelia Tjandra di Jakarta, kemarin, MPV anyar Daihatsu ini kelasnya di atas Daihatsu Xenia xi. Dengan perhitungan harga Daiharsu xi Rp127 juta, naka harga Luxio paling tidak akan dilepas dikisaran Rp 140 jutaan.
Amel mengatakan Daihatsu masih menghitung, namun, tambahnya, Daihastu akan memberikan harga terbaik pada saat launching nanti. “Untuk pemesan 500 pertama akandi delivery sekitar Maret, setelah itu harga akan di adjust secara bertahap,” ujarnya.
Semula MPV yang terkenal dengan julukan ‘baby Alphard’ ini masih dirahasiakan Daihatsu. Bahkan untuk memperoleh namanya saja, sumber-sumber di Daihatsu enggan mengungkapkannya.
Tahun 2008 lalu sempat beredar kabar bahwa Daihatsu akan memperkenalkan MPV anyar mereka, Daihatsu Stylo, begitu namanya sempat dilansir sejumlah media online, cetak maupun elektronik. Namun, belakangan nama Stylo dibantah. “Nama itu baru wacana saja, Stylo hanya ucapan spontanitas di kalangan orang-orang Daihatsu,” ujar sebuah sumber.
Sekilas Daihatsu Luxio memang mirip Gran Max, karena basisnya memang dari sana.
Di lihat dari samping, memang nggak ada bedanya. Tapi, kalau dilihat dari depan nampak ada perbedaan, karena grill radiator dirancang lebih besar dengan garis-garis horizontal. “Hidungnya tidak pesek seperti Gran Max, tapi lebih panjang dan mancung, tampak lebih aerodinamis dibanding pendahulunya,” tambah sumber.
Lampu didisain ulang dengan headlamp baru bukan kotak tapi melancip, sepintas rada-rada mirip ‘Alphard’. Tampak belakang, menurut sumber, Daihatsu lagi-lagi menyontek disain Alphard.
Model pintu tengah masih seperti Daihatsu Gran Max, demikian pula dengan pintu belakang sama seperti Gran Max Front Facing diangkat ke atas. Sementara interiornya dibuat lebih mewah, tidak seperti Gran Max tetapi lebih mirip Daihatsu Terios. Alasannya, mobil ini memang didisain untuk kebutuhan keluarga.
***
Turunkan Harga Mobil

Memasuki bulan kedua, Februari 2009, penjualan otomotif di tanah air terus mengalami penurunan yang cukup tajam. Sejak krisis global melanda perekonomian dunia, daya beli masyarakat dari bulan ke bulan semakin menurun. Berbagai cara sudah ditempuh para agen tunggal pemegang merek (ATPM) untuk menjaring pembeli, tapi tetap saja, jualan nggak laku.
Semua orang menahan, menunda bahkan membatalkan untuk membeli mobil. Celakanya, di saat daya beli masyarakat melemah, para ATPM justru menaikan harga jual produknya. Tak hanya sekali, di awal tahun 2009 disusul Februari bahkan pada Desember 2008. kenaikan harga sudah lebih dari tiga kali. Sebuah siasat yang dilakukan para ATPM agar konsumen tidak kaget. Kalau dinaikkan sekaligus menurut kurs (Rp 11.0000), kenaikan rata-rata per unit mobil bisa menbuat konsumen syok. “Tapi, iya bagaimana? Kalau tidak dinaikkan, kami akan nombok. Itu pun dengan hitungan kurs Rp 9.700. Apalagi, kalau menggunakan kurs sesungguhnya (Rp 11 ribu), kenaikannya bisa Rp 20 juta per unit, lalu siapa yang mau beli,” ujar Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra sambil menggaruk-garuk kepalanya. Amel menambahkan dengan kenaikan sekitar Rp 6 juta saja pada awal Januari lalu, penjualan produk Daihatsu menurun tajam. Apalagi kalau naiknya Rp 20 juta. “Nggak ada yang beli,” jelasnya. Daihatsu, menurut Amel, pada Februari ini sudah menaikan kembali harganya. Sementara Toyota Astra Motor (TAM) dan sejumlah ATPM lainnya juga sudah melakukan hal yang sama. “Iya betul kami melakukan penyesuaian harga per 1 Februari, tapi kenaikannya hanya pada beberapa model saja. Penyesuaian harga ini kami lakukan karena rupiah terus melemah. Kalau kenaikan yang pertama bulan Januari lalu kami menggunakan patokan satu dolar Rp 9.000, tapi untuk yang kedua ini karena rupiah semakin melemah jadi kami pakai patokan Rp 11.000 ditambah dengan naiknya harga bahan baku,” ujar Marketing Communication Manager PT TAM Achmad Rizal Senin (2/1) di Jakarta. Harga mobil Toyota yang naik, tambah Rizal adalah mobil-mobil penumpang seperti Avanza, Yaris, Kijang Innova, dan Fortuner. Untuk Avanza, rata-rata kenaikan sekitar Rp 3 jutaan, sedangkan untuk Yaris Rp 6 jutaan. Kijang Innova dan Fortuner rata-rata Rp 8 jutaan. Sebagai gambaran untuk Kijang Innova E per 5 Januari di banderol Rp 183.050.000 (on the road Jakarta) menjadi Rp 191.050.000 per 1 Februari. Sementara itu untuk Fortuner 4×2 G A/T dibanderol Rp 384,7 juta per 5 Januari menjadi Rp 402,7 juta per 1 Februari. Sementara PT Honda Prospect Motor (HPM) belum berencana menaikkan harga jual mobil Honda dalam waktu dekat, meski para kompetitor per 1 Februari sudah menaikkan harga jual produk mereka kembali. “Tidak, kami tidak menaikkan harga bulan Februari ini. Manajemen Honda sedang berhitung apakah akan menaikkan harga bulan depan, tapi kami tidak ingin harga mobil naik lagi,” ujar Marketing & Aftersales Director PT HPM Jonfis Fandy, Senin (2/1) di Jakarta. Ia menambahkan memang saat ini nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) semakin melemah namun HPM juga mempertimbangkan hal lain yang menjadi faktor penyesuaian harga. “Harga mobil bukan hanya tergantung pada exchange rate (nilai tukar) terhadap dollar AS atau Yen, tapi juga harga nilai bahan baku dan jumlah permintaan. Kalau untuk Februari ini kami akan membuat dua shift karena permintaan Jazz tinggi,” ujarnya. Menurut Direktur Marketing TAM, Joko Trisanyoto, dengan kenaikan harga itu setidaknya Toyota mendapat marginal profit yang bisa menutupi variabel biaya (produksi). “Kalau marginal profit saja sampai nol, makin tinggi produksi akan semakin rugi. Memang dampaknya volume (penjualan) menurun,” ujar Joko. Prediksi menurunnya penjualan mobil pada 2009 memang sepenuhnya belum terbukti. Tapi, setidaknya indikasi sepanjang Januari dan Februari sudah memperlihatkan bahwa penjualan pada 2009 akan anjlok. Sumber di sejumlah ATPM meski tidak secara terang-terangan menjelaskan jualan mereka sepanjang Februari mengalami penurunan tajam kalau dibandingkan pada bulan yang sama tahun 2008. Menurut Direktur Otomotif & Transportasi Asia Pasifik Frost & Sullivan Vivek Vaidya, pasar otomotif Indonesia akan turun 29,2% menjadi 427.278 unit dari 603.774 unit pada 2008. Pada pemaparan ‘Outlook Otomotif Indonesia 2009’ di Jakarta, Viviek menegaskan meski akan terjadi penurunan yang cukup tajam, namun yang menggembirakan kendaraan multifungsi (MPV) diprediksi tetap laris di Indonesia pada 2009 ini. Direktur Utama TAM Johnny Darmawan juga sependapat. Menurutnya, permintaan mobil serbaguna (MPV) low dan medium akan semakin tinggi, sedangkan permintaan sedan akan anjlok sekitar 50-60%. “Pasar mobil sedan adalah konsumen yang memiliki uang (lebih), atau sudah mapan. Mereka akan menunda pembelian di tengah kenaikan harga saat ini dan melihat peluangnya dulu,” jelasnya. Di tengah nilai tukar rupiah yang masih tinggi 11 ribu per dolar AS, harga mobil sedan, diakui Johnny, naik lebih besar dibandingkan dengan MPV. Hal itu, karena sebagian besar sedan masih diimpor utuh terutama dari negara anggota ASEAN seperti Thailand, maupun Jepang. “Tahun ini konsumen akan mencari mobil irit, harga terjangkau, dan memiliki nilai jual kembali yang bagus,” tandasnya. Sedangkan mobil MPV low dan medium, sebagian besar dirakit di dalam negeri dengan komponen lokal di atas 50%, sehingga kenaikan harganya lebih rendah dibandingkan sedan. Apa yang terjadi pada Januari dan Februari semakin memperkuat prediksi bahwa penjualan otomotif sepanjang 2009 akan anjlok. Menurut sejumlah analis, kalau fenomena ini berlanjut terus, otomotif Indonesia akan berada di jurang kehancuran. Daripada stok menumpuk akibat harga mahal dan daya beli masyarakat merosot, ada baiknya para ATPM berfikir untuk menurunkan harga produknya kembali. Dengan harga murah diharapkan daya beli masyarakat akan bangkit kembali. Ditunggu kejutannya











susah lah menurunkan harga mobil dengan kondisi nilai tukar Rupiah terhadap Dollar US ter depresiasi terus, kecuali 100% parts nya di-import dari Ciledug, btw kalau nilai tukar Rupiah terjadi apresiasi apakah mungkin harga bisa turun?? (enggak yakin….) dgn demand turun target revenue ATPM tidak boleh turun, so harga harus naik…….consumer fell victim
Pak saya setuju memang mobil toyota salah satu yang terlaris, tetapi kok spare partnya untuk toyota new avanza ( Avanza terbaru- pintu belakang ada garis silver) kok sulit dicari disurabaya. ( grille radiator, grill bumper dan cover fog lampnya) juga dinomor partnya tidak ada. mohon bantuannya pak.
siip, nanti sy sampaikan ke Toyota
sebenarnya harga mobil all new city akan dilepas berapa pak soalnya sya bingung tolong pak untuk informasinya.trma kasih
All New Honda City i-VTEC dipasarkan dengan harga Rp.239 juta untuk transmisi manual dan Rp. 252 juta untuk transmisi otomatis. Sedangkan All New Honda City with Reclining Seat dipasarkan dengan harga Rp. 247 juta untuk transmisi manual dan Rp. 260 juta untuk transmisi otomatis (harga on the road Jakarta). Cat: Harga awal sewaktu pertamakali dirilis, kalau ada perubahan, pasti nggak jauh2 amat.