Skip to content

Wow! Yaris Gesit dan Irit

May 7, 2009

toyota-yaris

Tagline groovy memang nggak bisa lepas dari Toyota Yaris, sekalipun yang mengendarai mobil anak muda ini, bukan anak muda lagi bahkan sudah bapak-bapak. Nah! karena terbawa dengan tagline groovy itulah— barangkali — saat mengemudi Yaris serasa ingin ngebut terus, salip kiri, salip kanan. Nggak mikir umur, ha…ha…gara-gara groovy.

Kurang lebih sebulan sebelum saya dapat pinjaman Yaris, PT Toyota Astra Motor (TAM) mengajak sekitar 40 wartawan melakukan kegiatan menyenangkan dan tampil manis pada “One Groovy Day with Yaris”. Sebanyak 10 unit New Yaris disiapkan bagi wartawan untuk merasakan bagaimana performa dan kenyamanan hatchback baru Toyota itu sekaligus mencoba bagaimana gaya hidup penggunanya.

“Kami berharap para wartawan bisa merasakan gaya hidup anak muda perkotaan yang memang sesuai dengan target pasar Yaris,” kata Joko Trisanyoto, Direktur Marketing TAM saat pembukaan di Parkir Timur Senayan yang menjadi titik awal kegiatan.

Itu hanya sekadar flashback, bagaimana cara Toyota menjaring pasar anak muda dengan membuat acara yang semuanya berbau anak muda. Tapi, sekarang saya ingin menceritakan bagaimana pengalaman bersama Yaris selama lebih kurang empat hari. Sayang! Yaris yang saya pakai kali ini mirip akuarium, bening! Iya, kalau nggak mau yang bening, beli aja mas? Kelakar teman di Toyota, saat mobil ini diambil.

Gesit dan lincah, itulah manuver pertama yang saya rasakan, saat Yaris bermesin inline 4-cylinder, 16 valve, DOHC, VVT-i berkapasitas 1,5 liter ini diajak memasuki jalan tol Prof Sedyatmo. Belum puas merasakan performa Yaris tipe E bertransmisi otomatis ini, saya mencoba memindahkan persneling dari (D) ke posisi 3 dengan sedikit sentuhan menggesernya ke kanan, alhasil secara mengejutkan sebuah sentakan lembut langsung membuat Yaris berkelir Light Blue Mica ini melesat bagai busur. “Wah! boleh juga nih besutannya,” guman saya sendiri.

yaris5

Kebetulan besok akhir pekan. Ada kepikiran untuk menjajal Yaris Groovy ke arah Subang. Sabtu pagi, bersama teman-teman, Light Blue Mica langsung diarahkan ke jalur tol Cikampek. Seperti biasa, lepas dari mulut tol Bekasi, jalanan sudah dipenuhi dengan ratusan mobil dari berbagai merek. Saya hanya berpikir bagaimana menyelip di antara truk-truk, yang biasanya nggak ada tenggang rasa sama mobil-mobil kecil.

Mengandalkan kelincahan dan kecepatan, Yaris pun terus dipacu. Terkadang, kecepatan bisa dicapai lebih dari 60 hingga 70 km per jam, saat masuk di celah-celah truk-truk besar yang melaju terseok-seok lantaran penuh muatan. Tak jarang mata sopir di kiri kanan melotot, bukan memandang mobilnya melainkan karena gaya menyetir Yaris seperti anak muda, maklumlah bawaannya pengen groovy aja.

Lepas dari Tol Cikampek, perjalanan terus dilanjutkan ke arah Tol Padaleunyi. Di jalur ini, truk-truk semakin merajalela. “Daripada pusing ngeliat ulah para sopir truk, mendingan dengar lagu,” kata saya. Soalnya, audio system Yaris yang sekarang ini sudah dilengkapi 2DIN audio dengan 1 CD indash plus empat speaker, lumayan enak di telinga.

Kurang dari satu jam, Yaris berkelir Light Blue Mica pun keluar pintu Tol Sadang, Purwakarta. Alaamak! lepas dari satu kemacetan, kini harus berhadapan dengan kemacetan lagi. Kali ini, yang membuat macet adalah buruh pabrik, Yaris pun beringsut-ingsut tak mampu mengembangkan kecepatan.

Tiba-tiba pergelangan kaki kanan terasa sakit, nggak seperti biasanya. Tapi, kalau digerak-gerakan langsung hilang. Giliran nginjek gas lagi, mulai lagi ada rasa sakit. “Wah, ada yang nggak beres di kaki atau di pedal gasnya, ya,” pikir saya. Soalnya, kalau diperhatikan letak pedal gas Yaris terlalu rata, sehingga saat pedal diinjak sedikit, posisi telapak kaki terasa kurang nyaman.

Seorang teman menyarankan untuk beristirahat di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII. Kebetulan di perkebunan itu ada trek yang bisa dipakai untuk menjajal Yaris.

Di kawasan berlapis tanah merah ini, Yaris pun ‘dihajar’, gas di bejek dalam-dalam, suaranya pun mirip mobil rally, tapi hebatnya dan patut dapat acungan jempol, Yaris tak menunjukkan gejala limbung bahkan melintir sekali pun tidak. “asyikk,” teriak teman-teman.

Setelah melepas lelah di Perkebunan Nusantara, perjalanan dilanjutkan ke Subang. Memasuki kawasan Sadang – Subang, jalan mulai berlika-liku, turun dan menanjak, namun karena performa Yaris cukup yahud, nggak perlu trik khusus untuk mendapatkan performa maksimal. Tanjakan apalagi turunan bukan hambatan bagi Yaris. Bahkan saat menembus jalan berlubang sekali pun, Yaris bisa diajak melaju dengan nyaman. Iya, kalau ada suara-suara dari luar masuk masih dalam batas yang wajar.

yaris4

Maklumlah, sejak kehadirannya tiga tahun silam, Yaris terus melakukan penyempurnaan. Di versi terbarunya ini, penyegaran tampak dari desain baru pada bumper depan dan belakang, gril radiator, head lamp dan rear combination lamp, engine hood ornament, dan alloy wheel. Sentuhan baru pada interior New Yaris teriihat pada new audio connector yang berfungsi sebagai auxiliary input (Aux In) untuk music player, seperti MP3, iPod dan sebagainya.

Tak terasa, Yaris sudah menempuh perjalanan sejauh 160 kilometer. Sebuah perjalanan yang cukup panjang, dan hebatnya jarum penunjuk konsumsi bahan bakar hanya bergeser sedikit. Dan yang bikin kami berdecak kagum, seolah nggak percaya jarum penunjuk konsumsi bahan bakar itu hanya turun dua garis saat mobil tiba di Jakarta.

Perjalanan Jakarta – Subang – Jakarta cukup dengan modal Rp 100 ribu. Dalam hitungan kasar kami, konsumsi Yaris bisa lebih dari 1: 15. Wow! Irit dong?

From → Auto News

5 Comments
  1. jo... permalink

    cuman satu kelemahan Yaris yaitu dari sisi model…tampilan bagian grill depan masih sangat keliahatan aneh. Dari sisi model tampak depan jauh lebih modis jazz. Ini sayang sekali padahal lain2nya Toyota yaris lebih unggul.

  2. @jo:
    mudah2an TAM segera memperbaiki model / bagian grill depannya.
    Sayang memang, hanya karena tampilan grill aja, bisa mempengaruhi calon pembeli untuk mengalihkan pilihan ke product yg lain…

  3. Ine permalink

    I like yaris..onderdilnya murah,ga trlalu pasaran..emang sih lbh montok dari jazz,tp itulah yg bkin kesannya unik & berbeda dari produk lain..sejak dulu seneng banget pake keluaran toyota..

  4. wandy permalink

    onderdilx murah yah? koq teman aq jual yarisx n beli avanza gara2 bilang maintenencex mahal

Trackbacks & Pingbacks

  1. Yaris, gesit n irit… « chris’GALLERY

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: