Skip to content

Ribuan Bikers ‘Menyemut’ di Jalan Braga

December 14, 2009

Ribuan bikers dengan beranekaragam tunggangannya tumpah ruah di sepanjang jalan Braga, Bandung (12/13) kemarin. Hebatnya, para bikers dari tiga negara, Australia, Singapura dan Malaysia, juga hadir untuk menikmati budaya lain dari Jalan Braga.

Selama dua hari, Jalan Braga Bandung kembali menggeliat. Wajah Art Deco Braga Weg membangkitkan  kepopuleran sebuah festival bernama Brotherhood Braga Bike Fest.

Apa yang dirancang Bikers Brotherhood MC memang berbeda. Mereka bisa membuat kemasan acara itu terasa soul-nya, unik, meriah dan bermakna.

Mengusung tema Braga Revival, BBMC melalui Brotherhood for Culture ingin membangunkan pamor jalan Braga yang sangat bersejarah tersebut. Ribuan bikers dan beranekaragam tunggangannya tumpah ruah di sepanjang jalan tersebut untuk menikmati budaya lain dari Jalan Braga. Para bikers dari Australia, Singapura dan Malaysia, diundang khusus hadir bersama tunggangannya.

Sajian kesenian tradisional Jawa Barat seperti reog, ketuk tilu, bajidoran, karinding, solo kendang, tari topeng hingga pertunjukan ular phyton dikemas dengan sangat menarik.

Ada juga fashion show, hell’s driver show, kontes foto hingga konsep panggung yang dibuat terowongan (tunnel stage) sehingga membuat orang tidak terganggu lalu lalang dengan berjalan kaki. Dari atmosfer modern, lagu-lagu The Doors, Rolling Stone, Led Zeppelin mampu dibawakan secara apik oleh para musisi Bandung yang mengoyak kenangan lama kejayaan hiruk pikuk Braga Weg.

Brotherhood Braga Bikes Fest yang digelar untuk ketigakalinya tersebut menjadi ajang pengakuan  bahwa Bikers Brotherhood tidak hanya sekadar sebuah klub motor, namun juga sebuah bagian komunitas budaya yang sanggup menarik magnet semua lapisan masyarakat.

Simak penuturan Ivanka, gitaris Slank, yang terlihat menikmati acara ini dari trotoar Jalan Braga.”Bandung selalu terdepan dalam kreativitas, termasuk soal komunitas Bikers Brotherhood yang bisa mengadakan acara ini di jalanan yang begitu legenda dengan konsep yang hanya bisa dibuat di Bandung. Bukan hanya dari sisi kemeriahannya, namun juga terasa sekali tema acaranya. Salut!” ujar pemilik Vespa 1959 tersebut. Tanpa mengganggu kenyamanan warga setempat yang masih membuka tokonya, mereka juga tampak antusias menyambut gelaran ini.

Atmosfer nostalgia juga dirasakan oleh Joseph Suhita Tatuah (77) yang jauh-jauh datang dari Bali untuk sekadar menikmati acara ini. ”Dulu saya pakai BSA Goldstar 500 melewati jalanan ini. Ingatan saya kembali muncul melihat jajaran motor tua sambil menikmati panorama Braga di malam hari,” kenangnya.

Menurut Budi Dalton, El’ Presidente Bikers Brotherhood MC, acara ini memang telah dirancang sedemikian rupa untuk bisa mengembalikan kejayaan Jalan Braga dari berbagai aspek. ”Mulai dari kondisi jalan, perekonomian pemilik toko hingga kesempatan masyarakat untuk bisa mendapatkan akses hiburan tradisional Sunda di tengah kota,” sebutnya.

From → Auto News

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: