Skip to content

Hutan Kalimantan Mainan Off-Roader Sejati

December 31, 2009

Membelah hutan perawan Kalimantan merupakan mimpi bagi hampir setiap orang yang di dalam nadinya mengalir darah off-roader. Ya, Kalimantan memang eksotis. Bagi off-roader, pulau ini memiliki kesakralan tersendiri. Boleh jadi, inilah kawah candradimuka bagi mereka yang ingin mendaulat dirinya sebagai off-roader sejati.

Hutan Kalimantan sering dijadikan ‘mainan’ para off-roader. Tapi sayang, hanya segelintir event off-road yang berani bertaruh dalam skala ekstrim. Event internasional Camel Trophy 1985 dan 1996 serta Diplomat Challenge of Indonesia 2005 adalah contoh mainan adventure off-road ekstrim yang sempat tersaji di Borneo.

Dan belakangan, tidak berlebihan bila kesakralan kedua event tersebut dikatakan telah dipatahkan oleh ajang bertajuk Borneo Equator Expedition 2009 (BEE).

BEE yang berlangsung pada 6-20 Desember 2009 tak hanya menjadi event adventure off-road berjarak tempuh paling panjang, tapi juga mematikan. Event yang dilepas menyusuri garis khatulistiwa dari Pontianak, Kalimantan Barat dan berakhir di Balikpapan, Kalimantan Timur ini memainkan jarak tempuh tak kurang dari 2.500 km.

Sebanyak 30 mobil 4×4, 6 motor trail dan 1 UTV asal Amerika Serikat terjun di gelaran ini. Sepanjang perjalanan mereka tak hanya harus menjinakkan sungai, jurang, rawa, dan lumpur. Sengatan lebah serta gigitan serangga-serangga hutan juga harus mereka sahabati.

Syamsir yang menjabat sebagai operation director BEE 2009 menegaskan, rute tahun ini dua kali lebih panjang daripada Diplomat Challenge of Indonesia 2005 yang melintasi Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tembus ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dan finish di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Tentu saja tak hanya kesiapan teknis kendaraan yang dibutuhkan para off-roader. Fisik dan mental merupakan dua hal mutlak yang perlu dimiliki agar bisa menjinakkan keperawanan hutan Kalimantan.

Didik Arifin seorang peserta yang menunggang motor KTM250EXCF mengaku bangga usai mengikuti event BEE 2009. Dalam jurnal perjalanannya Didik menuliskan betapa para off-roader peserta BEE merupakan orang-orang yang tangguh dan mahir.

Didik yang beberapa kali mengikuti ajang serupa bahkan tak pernah menyangka BEE bakal menyuguhkan menu ekstrim sesadis itu.

“Sangat panjang dan tak terhingga penderitaan fisik yang kami rasakan. Perjuangan yang pantang menyerah adalah kendaraan kami yang sesungguhnya. Motor ini ternyata hanya sebuah alat. Alam hanya bisa dijinakkan oleh semangat manusia, bukan oleh mesin semata,” kata Didik yang juga seorang pengusaha furniture ini.  Wisnu Guntoro

From → Auto News

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: