Skip to content

Avanza Pilihan Transportasi di Jakarta

January 17, 2010

Menjelang tahun baru 2010, Toyota Astra Motor (TAM) menawarkan test drive Toyota Avanza 1.3 G otomatis (A/T) tanpa batas waktu, seminggu, dua minggu atau satu bulan. Wah! Lumayan nih, bisa memanjakan kaki kiri, nggak perlu nginjak kopling saat menembus kemacetan lalu lintas di Jakarta.

Saat ini, memang semakin banyak calon pembeli yang melirik mobil dengan varian matic, apalagi sejumlah agen tunggal pemegang merek belakangan lagi gencar-gencarnya melepas mobil tanpa kopling ini ke pasar. Salah satunya Toyota. Avanza 1.3 matic ini.

Dari hasil uji coba yang dilakukan sejumlah jurnalis sebelumnya, mereka pun  berkomentar kalau Avanza 1.3 menggunakan transmisi matic ‘ ini nggak kalah dengan varian bermesin 1.5 liter.

Dapur pacu K3-VE 4 silinder segaris, 16 katup, DOHC, VVT-i berkapasitas 1.298 cc yang dipancang Toyota menyemburkan tenaga cukup untuk ‘bertarung’ di tengah  kemacetan lalu lintas ibu kota. Dengan body rampingnya, Avanza tak mengalami kesulitan untuk menyalip dan masuk dicelah-celah mobil yang stop and go di beberapa ruas jalan Jakarta yang sering macet total.

Dengan tuas transmisi matik 4-speed model shift gate, memainkan perpindahan gigi dari drive (D) geser ke kanan (3) atau ke bawah (2) terasa mulus. Transmisi yang dicangkokkan dari Avanza tipe S (1.5 L)  dan juga dipakai di Toyota Rush-Terios, dan Daihatsu Xenia ini, bisa melesat tanpa hentakan.

Mengarungi kemacetan lalu lintas di Jakarta serasa tanpa beban.  Itulah enaknya naik mobil matic, kaki kiri yang biasanya aktif memainkan kopling saat menembus kemacetan di ruas-ruas jalan ibu kota, selama mengendarai Avanza matic 1.3 L ini benar-benar istirahat total. Sedangkan kaki kanan, meski sering berpindah dari pedal gas ke pedal rem, tak mengurangi kenyamanan selama berkendara.

Saat lalu lintas normal pagi hari, dari kawasan Cinere menuju kantor di Jalan Darmawangsa dibutuhkan waktu tempuh paling sedikit 1,5 jam. Tak heran, kalau banyak pengendara terutama yang menggunakan mobil manual, sudah lelah duluan sebelum bekerja. Tapi sejak menggunakan mobil matic, banyak teman di kantor yang berkomentar, “Wah! bang gustom sekarang lebih fresh, lebih muda dan tambah keren.” Wuakakak, ha….ha…ha.

Ada lagi para pembaca, meski setiap hari berhadapan dengan kepadatan lalu lintas, Avanza 1.3 L ini tak menguras kantong. Saat jarum penunjuk bahan bakar sudah berada di posisi E, segeralah mampir ke pompa bensin, tak perlu mengisi bbm sampai full, cukup dengan uang Rp 100 ribu, jarum penunjuk akan berada di level ¾ dari kapasitas tangki bbm. Dengan jarak tempuh 50 km per hari, anda baru akan mampir lagi ke SPBU dua atau tiga hari kemudian. Hitung sendiri berapa anggaran yang keluar sebulan saat anda mulai menggunakan Avanza matic, tentu lebih irit dibanding menggunakan mobil manual.

Sesekali di akhir pekan, Avanza 1.3 G ini digeber ke arah puncak. Diisi empat penumpang, dua di depan dan dua di belakang tentu nggak masalah, malahan bisa ditambah tiga penumpang lagi. Mobil dengan panjang 4,120 mm, lebar 1,635 mm, dan tinggi 1,695 mm yang sudah dilengkapi double blower  ini tetap nyaman dikendarai sepanjang perjalanan menuju puncak.

Memasuki tol Jagorawi, pedal gas pun langsung ditekan lebih dalam. Wushh.., satu, dua, tiga hingga 10 mobil bisa dilewati tanpa kendala berarti. Saat menyalip, kecepatan Avanza berwarna hitam ini baru sekitar 100 km per jam. Dengan akselarasi lumayan bagus, meski masih di posisi D (Drive) kecepatan Avanza bisa di atas 120  km per jam. Ketika jarum speedometer sudah di angka 140 km per jam, terasa sedikit limbung. Kecepatan pun harus dikurangi, kalau mau selamat!

Di jalanan menanjak menuju gadok, tangan kiri langsung menggeser tuas transmisi ke posisi 3. Pedal gas langsung dimainkan dengan naik turun, naik turun. Hasilnya, kalau cuma buat nyalip mobil-mobil yang ngos-ngosan menapak di tanjakan, sih! santai aja.

Nggak bener juga, omongan orang yang mengatakan mesin 1.3 tak bertenaga menghadapi jalanan menanjak. Buktinya, dengan memainkan perpindahan persneling, Avanza tidak kalah dengan mesin 1.5. “Percuma dong? Kita sediakan gigi 3, 2 dan L. Kalau transmisi hanya di posisi D. Itu sama saja nggak tahu soal transmisi otomatis,” kata Achmad Rizal Marketing Communication Manager PT Toyota Astra Motor.

Memang banyak konsumen yang salah kaprah dengan transmisi otomatis dan menganggap ketika mobil melaju dengan posisi gigi D (Drive) tidak boleh dipindahkan ke gigi 3, 2 atau L. Nyatanya, pada saat uji coba dilakukan, bahkan di dalam kota sekali pun, tidak ada masalah memindahkan posisi D ke 3 atau 2. Khusus untuk gigi 3 atau 2 selain bisa dipakai untuk jalur menanjak, juga bisa difungsikan untuk jalan menurun.  Bahkan kalau menemukan tanjakan dan turunan terjal sesekali jangan ragu menggunakan gigi L (Low). Memang suara mesin terdengar menggerung, tapi itu tidak masalah. Teknik memindahkan perneling seperti ini, menurut beberapa teknisi bisa mengirit bbm.

Selama hampir satu bulan menggunakan Avanza 1.3 G seharga Rp 156,55 juta ini, bisa jadi bahan pertimbangan jika saat ini anda sedang mencari kendaraan apa yang cocok untuk transportasi sehari-hari di Jakarta.

From → Auto News

3 Comments
  1. A.J.I permalink

    memang kalau dijakarta lebih memilih kepraktisan dari pada kecepatan tapi dari pengalaman memakai avanza pada saat 120 Km/jam di jalan Tol saya merasakan ketidak stabilan pada bodynya seperti goyang terkena angin yg kencang

  2. Setuju bro! kecepatan ideal avanza di bawah 100. Jd, mmg hrs diliat dr berbagai sisi, terutama harga. Jd klu mau yg lebih kencang, pilih mobil di atas 300 an jt. tq bro

  3. Dodi permalink

    Kelemahan avanza dan xenia adalah teknologi VVTI nya belum mampu menghemat BBM sampai seperti VTEC nya Honda. Terbukti Xenia / Avanza 1300cc masih jauh lebih boros dibanding Jazz / Freed 1500cc yang FC nya bisa sampai 15-25km/l di jalan tol dan 11-12km/l di dalam kota jakarta. Kalau saja Avanza dan Xenia bisa menerapkan metode penghematan BBM versi Honda saya yakin lebih laku keras lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: