Skip to content

Mazda2 Memberikan Gengsi Tersendiri

January 21, 2010

Satu hal yang membuat saya merasa bangga ketika mengemudikan Mazda2 di Pulau Dewata ketika mata para wisatawan asing menuju ke arah saya. Beberapa bahkan tersenyum dan mengangkat jempol tangannya. Entah apa yang membuat mereka terkesima, saat itu saya pun kurang memahaminya. Sementara mencari tahu, saya hanya bisa membalas senyum mereka dengan wajah menyeringai.

Pada akhirnya, ketika saya memarkir Mazda2 di depan sebuah gerai kerajinan tangan, barulah saya memahami arti senyum orang-orang asing itu.

“Wow, mobil apa ini? Hijau… Lucu sekali…,” ucap seorang wanita muda berambut pirang.

Saya kemudian menjawab, “Ini Mazda.”

“Saya baru melihatnya. Pasti ini mobil baru? Cantik sekali,” ujarnya kembali.

Dari perbincangan singkat inilah saya mulai memahami maksud ucapan Presiden Direktur PT. Mazda Motor Indonesia (MMI) Yoshiya Horigome. Katanya, “Sebagian besar masukan yang kami terima bernada amat positif. Mereka (publik) membenarkan keyakinan kami atas mobil (Mazda2) yang menyandang predikat Word Car of the Year ini.”

Dua kalimat di atas yang perlu saya garis bawahi di sini adalah “amat positif” dan “Word Car of the Year”.

Kedua kalimat itu begitu sakral. Karena itu, berbahagialah mobil yang bisa mencapai kalimat itu. Dan, apakah Mazda2 pantas menerima dua predikat itu, saya akan menjawabnya di sini.

Sekilas Mazda2
Di Jepang Mazda2 dikenal sebagai Demio. Sementara di beberapa negara dijual dengan emblem Mazda 121 atau Mazda Metro. Ford Festiva Mini Wagon yang diniagakan di Eropa juga mengambil basis dari Mazda2.

Awalnya, Mazda2 adalah sebuah small minivan yang mengawali debut pada 1996. Hingga kini Mazda2 telah berevolusi hingga generasi ke-3 yang dirilis pada 2007.

Seiring desain dan bentuknya yang berubah, Mazda2 kemudian digolongkan sebagai sebuah mobil supermini. Setahun setelah kemunculannya itu, tepatnya pada 2008, Mazda2 meraih predikat bergengsi Word Car of the Year.

Di samping penghargaan itu, sepanjang sejarahnya Mazda2 telah memenangi lebih dari 50 penghargaan di seluruh dunia, termasuk Car of the Year di 20 negara.

Sejak diperkenalkan pada 1996 hingga Mei 2007, Mazda2 telah diproduksi di Jepang sebanyak 1.040.000 unit. Angka penjulan ini sekaligus memasukkan Mazda2 sebagai mobil Mazda terbanyak yang pernah dijual sepanjang masa.

Penjualan Mazda2 di Indonesia yang dilakukan sejak November tahun lalu juga mencatat prestasi memuaskan. Dari 400 unit yang dialokasikan untuk Indonesia, 300 unit di antaranya terjual dalam waktu empat hari setelah diluncurkan.

Menurut Horigome penjualan Mazda2 di Indonesia sebenarnya bisa melampaui jumlah tersebut. Namun Mazda Indonesia enggan memancangkan optimesme berlebihan. Pasalnya, suplai Mazda2 dari Thailand untuk Indonesia hanya dipatok 300 unit per bulan. Sementara target penjualan Mazda2 di ASEAN hanya 20.000 unit per tahun.

Selain itu, Mazda Indonesia juga cukup berhati-hati menghadapi para rival Mazda2. Mobil yang di Indonesia dikatagorikan ke dalam kelas minibus ini tak mau keberadaannya disamakan dengan Toyota Yaris, Honda Jazz, Suzuki Swift, dan Nissan Livina yang lebih dulu eksis.

Oleh karena itu, Mazda2 secara tegas berusaha memisahkan posisinya. Caranya, menempatkan Mazda2 ke dalam segmen konsumen muda atraktif, dimana mereka membutuhkan gaya hidup dinamis serta penampilan modis.

Desain
Mazda2 cukup unik. Mobil ini tampil menggemaskan. Tak hanya dari desainnya yang kecil dan simpel, tapi juga rautnya yang menggemaskan. Melihat grill depannya yang lebar, kita akan teringat pada raut anak-anak yang sedang tersenyum.

Dengan penampilan seperti itu wajarlah bila Mazda mengklaim produknya sebagai mobil yang menyenangkan. Tak hanya untuk penggendaraan dalam kota, tapi juga di luar kota. Tak hanya untuk pengendara mahir, tapi juga pengendara pemula. Tak hanya untuk wanita, tapi juga untuk pria muda.

Seiring dengan penampilannya yang agresif, seperti produk-produk terbaru Mazda lainnya, Mazda2 juga dibangun dengan kualitas yang baik. Garis-garis pertemuan antar-panel bodi dibuat begitu presisi. Pengecetan juga dikerjakan dengan halus. Bahkan material yang digunakan untuk lampu-lampunya terasa tebal dan jernih.

Untuk semua hasil tersebut, pantaslah bila Mazda berterimakasih pada Ford yang selama ini telah membantu membuat mobil kuat.

Eksterior
Cobalah Anda melihat Mazda2 lebih lama dan ikuti alur desain bodinya jengkal demi jengkal. Dengan cara ini Anda bisa menemukan kekuatan di balik ekspresi dinamikanya yang kuat.

Alur atap hingga jendela depan yang melandai, serta garis otot di sisi-sisi bodinya yang sangat ketara, adalah cara Mazda2 mengomunikasikan energinya. Mobil ini bahkan tampak sedang berlari kendati pada posisi berhenti.

Fender depan menyembul ke atas dengan garisnya yang kuat merupakan refleksi semangat sport Mazda. Fender seksi itu mengingatkan kita pada milik sport car Mazda RX8.

Mazda tipe 1.5L R bahkan lebih atraktif. Tidak seperti kebanyakan rival yang memberi bumper sport dengan menempel lips spoiler, Mazda2 memberikan bumper depan sportif secara utuh. Desain bumper ini menyatu dengan side skirt yang aerodinamis. Malah bumper belakangnya pun masih dilapis dengan mud guard berwarna hitam.

Tak cuma itu, wing spoiler yang menempel di atas buritan seolang ingin mengentalkan aksi Mazda2 sebagai mobil nakal. Dengan pernak-pernik ini pula Mazda2 tampil layaknya seorang bocah sehat bersepatu boot.

Untuk pasar ASEAN Mazda2 disediakan dalam dua tipe, S dan R. Untuk tipe S dimensinya, yaitu panjang 3.903mm, lebar 1.695mm, dan tinggi 1.485mm. Sementara tipe R, yaitu panjang 3.913mm, lebar 1.695mm, dan tinggi 1.478mm.

Dengan dimensi tersebut menempatkan Mazda2 lebih panjang dan lebih tinggi ketimbang Yaris, namun sama lebar. Sementara bila dibanding dengan Honda Jazz, Mazda2 hanya sedikit kalah tinggi (selisih 47mm).

Interior
Seperti yang ditawarkan rival-rival di kelasnya, tak ada yang menonjol pada layout kabin Mazda2. Instrumen panel, layar speedometer, cerobong dan tombol AC, hingga posisi tuas gear tak menimbulkan kesan baru. Praktis hanya desainnya saja yang tampak unik karena di dominasi artikulasi membulat.

Penggunaan material beraksen aluminium juga masih diutamakan untuk menonjolkan unsur sportif pada interior. Mazda2 melangkapi panel-panel beraksen aluminium pada trim pintu, tuas transmisi, dan palang-palang lingkar kemudinya.

Secara menyeluruh material yang digunakan Mazda2 patut diacungi jempol. Tingkat akurasi pengerjaan yang diberikan produk rakitan ASEAN ini juga berani diadu melawan para rivalnya.

Fungsi dan Kenyamanan
Mazda2 termasuk mobil modern yang dikonsep untuk menandingi kebutuhan personal dan keluarga masa kini. Layaknya mobil yang bersahabat dengan setiap orang, banyak fitur praktis yang bermanfaat untuk meningkatkan kenyamanan.

Setiap trim pintu, misalnya, terdapat tempat menaruh botol minuman. Bahkan di konsol tengah juga terdapat hal yang sama. Kotak-kotak kecil di dashboard, serta konsol tengah bahkan bisa dimanfaatkan untuk menaruh uang receh. Pendeknya, di mana pun Anda duduk, Mazda2 akan memberikan layanan yang baik.

Sebagai tambahan, konsol tengah juga ditempatkan sarana untuk menaruh telepon selular atau gadget audio player. Dan, bila Anda termasuk yang suka berbelanja mingguan, jangan kuatir pada ruang. Kapasitas bagasi Mazda2 mencapai 250 liter ketika bangku belakang yang berkonvigurasi 60:40 dilipat.

Performa dan Pengendalian
Sebelum menjelaskan performa, saya akan lebih dulu menyampaikan rasa yang diberikan sistem kemudi Mazda2.

Teknologi sistem Electric Power Assist Steering (EPAS) yang disuntik Mazda pada super mini ini boleh dibanggakan. Pasalnya, efektifitas teknologi ini sudah terasa efektif tatkala saya menggerakkan kemudi di areal parkir. Ringan dan terukur adalah fakta yang dapat dirasakan. Bahkan dia juga bisa menunjukkan efektifitasnya ketika mobil melaju pada kecepatan tinggi.

Singkat kata, sistem kemudi Mazda2 seperti sebuah poros pintar yang mampu mengunci pada sudut kendali yang tepat. Berbelok pada kecepatan rendah dan manuver agresif pada kecepatan tinggi menjadi begitu mudah dengan Mazda2.

Gesit? Ya, mobil ini seperti Michael Jackson yang piawai menari kejang. Posisi mengemudi yang diberikan juga baik. Bahkan jarak setir dapat disesuaikan dengan ukuran yang diinginkan pengemudi.

Bagimana performanya? Jawabannya ada di mesin tipe MZR 1.5-liter, 4-silinder DOHC. Mengusung teknologi S-VT (Sequential Valve Timing) dan ETC (Electronic Trottle Control), mesin ini sanggup menuai tenaga maksimum 103 hp pada 6.000 rpm dan torsi 135Nm pada 4.000 rpm.

Secara eksak performa Mazda2 memang tak semanis yang diberikan Toyota Yaris. Bahkan akselerasinya masih kurang agresif bila dibandingkan dengan Suzuki Swift.

Tapi apakah hal tersebut perlu membuat Anda bersedih? Kalau saya pribadi tak akan menghiraukan masalah itu. Alasannya, bobot Mazda2 jauh lebih ringan dari para pesaingnya. Alhasil, rasio bobot berbanding tenaga yang dihasilkan Mazda2 lebih baik ketimbang Yaris. Kalau yaris menghasilkan bobot 0,62 hp/kg, Mazda2 mampu mencapai 0,66 hp/kg. Sementara rasio gear yang dimiliki mobil berbahan bakar unleaded ini nyaris sebanding dengan Yaris.

Satu hal lain, Mazda2 diklaim hemat bahan bakar. Untuk tipe transmisi manual menghasilkan 15,6 km/liter. Sedangkan tipe transmisi otomatis mencapai 14,7 km/liter.

Suspensi
Mazda begitu bangga dengan sistem suspensi yang diemban Mazda2. Dengan sistem independent MacPherson strut di bagian depan serta torsion beam di bagian belakang, Mazda2 memang mampu memberikan keseimbangan yang baik.

Saat saya mencoba bermanuver, sistem suspensi ini mampu mengembalikan posisi bodi dengan cepat usai mobil melambung. Menikung dalam kecepatan tinggi pun terasa lebih mudah dengan Mazda2. Rasanya mobil ini pantas menjadi atlet slalom.

Keselamatan
Kendati lebih ringan daripada para pesaing, Mazda2 yang berukuran kompak rupanya juga tidak melupakan aspek keselamatan. Menurut hasil pengujian Mazda, tingkat keselamatan Mazda2 setimpal dengan para pemain di kelasnya.

Mazda2 membekali fasilitas keselamatan pasif dengan membuat rangkaian bodi yang mampu menyerap energi benturan. Teknologi yang disebutnya sebagai Mazda Advanced Impact Distribution dan Absorption System itu terletak pada bagian depan, samping dan belakang. karenanya, Mazda yakin produknya mampu menurunkan resiko cedera bagi pengemudi dan penumpang.

Selain itu, Mazda2 juga memberikan lima head rest (sandaran kepala)–termasuk penumpang tengah di bangku belakang. Ini sebuah kelebihan di mana tak semua pesaing memiliki fitur ini.

Sementara untuk sistem keselamatan aktif Mazda2 menyematkan fitur teknologi Anti-lock Brake System (ABS) di empat roda dan Electronic Brake-force Distribution (EBD). Dengan sistem ini Mazda2 mamapu memberikan daya henti yang sesuai di setiap kecepatan. Bahkan untuk meminjak pedal remnya, kita tidak membutuhkan banyak tenaga seperti bila kita mengendalikan rival-rivalnya.

Harga dan Nilai
Mazda2 tak hanya mengejutkan melalui desain, fitur, dan performa. Mobil ini rupanya juga tahu kekuatan finansial yang dimiliki para calon konsumennya. Mazda2 yang memiliki empat varian dijual dengan bandrol Rp 175 juta (tipe 1.5L S M/T), Rp 185 juta (1.5L S A/T), Rp 193 juta (1.5L R M/T), dan Rp 200 juta (1.5L R A/T). Susunan harga untuk tiap varian itu rata-rata lebih murah ketimbang Toyota Yaris yang memiliki enam varian.

Kesimpulan
Hemat saya, Mazda2 adalah sub-kompak yang menyenangkan. Mobil ini muncul dengan desain agresif sehingga membedakan karakternya dengan para rival yang lebih dulu bermain di Indonesia. Mazda2 tak kalah bergensi. Kekuatan merek Mazda seharusnya juga tidak perlu Anda pertanyakan. Beberapa jajaran Mazda terbaru kini mulai digemari konsumen di Eropa dan di Indonesia. Lihat saja CX-7, CX-9, dan RX-8. Mobil-mobil yang masuk dalam kelas premium ini telah mencuri perhatian. Setidaknya fenomena ini bisa Anda pertimbangkan. [dapurpacu.com]

From → Auto News

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: