Skip to content

Mazda2 Bikin Penasaran

February 3, 2010

Mazda 2 tak hanya mencuri perhatian, tapi mengundang rasa penasaran saat berada di tengah kemacetan lalu lintas ibu kota yang padat merayap. Sebuah Toyota Harier harus bersusah payah menyalip kemacetan di Lebak Bulus hanya untuk mendekati Mazda2 berkelir putih mutiara.

Itulah gambaran ketika mengendarai Mazda2 di kawasan Lebak Bulus menuju Pondok Indah. Sebuah Toyota Harier terbaru berusaha mendekati saat  lalu lintas sedang lucu-lucunya, maklum jelang akhir pekan, kawasan itu seringkali macet, apalagi Sabtu (30/1) akan ada pertandingan Persija melawan Persijap. Warna oranye mendominasi perempatan Lebak Bulus – Pondok Indah saat itu. Pasukan Jak Mania siap menyerbu Stadion Lebak Bulus.

Dari kaca spion, Harier warna silver metalik terus berusaha mendekati Mazda 2. Sementara pengguna kendaraan lain pun ikut menikmati desain manis Mazda 2 yang sedang stop and go. Saat melihat kesamping kanan, seorang pria sekitar (35 tahun) duduk di baris kedua membuka kaca jendela mobilnya, sambil mengangkat jempol. Sepertinya, pria tersebut ingin bertanya sesuatu. Saya pun membuka kaca jendela, pas lampu merah menyala.

Begitu kaca jendela terbuka, terdengar suara, “Bagus  kali mobilnya, baru ya,” kata pria tersebut dengan logat khas Bataknya. Saya pun mengangkat jempol, tak sempat menjawab pertanyaannya karena lampu hijau sudah menyala.

Pengalaman serupa juga dialami beberapa jurnalis yang sudah melakukan test drive Mazda 2 baik di Bali ataupun secara perorangan di Jakarta. Iya, Mazda 2 telah mengundang dan mencuri perhatian banyak orang di republik ini.

Di negeri asalnya, Jepang, Mazda 2 bahkan telah  memperoleh “Word Car of the Year”. Di negeri Matahari Terbit itu, Mazda 2 dikenal dengan Demio.  Di lain negara dijual dengan  merek Mazda 121 atau Mazda Metro.

Di Indonesia, penjualan Mazda2 dimulai November tahun lalu, mencatat prestasi memuaskan. Dari 400 unit yang dialokasikan, 300 unit di antaranya terjual dalam waktu empat hari setelah diluncurkan.

Menurut Presiden Direktur PT. Mazda Motor Indonesia (MMI) Yoshiya Horigome penjualan Mazda2 di Indonesia bisa melampaui jumlah tersebut. Namun Mazda Indonesia enggan memancangkan optimesme berlebihan. Pasalnya, suplai Mazda2 dari Thailand untuk Indonesia hanya dipatok 300 unit per bulan. Sementara target penjualan Mazda2 di ASEAN hanya 20.000 unit per tahun.

Selain itu, Mazda Indonesia juga cukup berhati-hati menghadapi para rival Mazda2. Mobil yang di Indonesia dikatagorikan ke dalam kelas minibus ini tak mau keberadaannya disamakan dengan merek lain yang lebih dulu eksis.

Mazda2 secara tegas berusaha memisahkan posisinya. Caranya, menempatkan Mazda2 ke dalam segmen konsumen muda atraktif, dimana mereka membutuhkan gaya hidup dinamis serta penampilan modis.

Mobil kecil ini memang telah merebut hati kaum muda. Dengan panjang 3.913 mm (tipe S 3.903 mm), lebar 1.695 mm, dan tinggi 1.478 mm (tipe S 1.485 mm) dengan mudah meliuk-liuk di tengah kemacetan lalu lintas Jakarta.

Lepas dari kemacetan, mobil diarahkan ke Tol Serpong, sengaja untuk menjajal performa Mazda, yang menurut beberapa rekan lumayan yahud. Setelah membayar tol, pedal gas langsung ditekan. Bergeser dari persneling 1 ke 2, ayunan mesin 1.498 cc dengan tenaga maksimal 103 ps pada 6.000 rpm dan torsi 135 Nm pada 4.000 rpm yang terpasang di Mazda 2, begitu responsif. Penasaran, dengan cepat gigi  berpindah dari 2 ke 3 hingga ke posisi lima. Wuih! Dalam hitungan menit, kecepatan sudah mencapai 140 km per jam. Pada kecepatan ini, Mazda 2 masih sangat nyaman dikendarai.

Apalagi dengan sistem kemudi yang menggunakan teknologi Electric Power Assist Steering (EPAS) yang disuntik pada super mini ini memang boleh dibanggakan. Efektifitasnya terasa sekali di tangan ketika menikung atau menyalip mobil lain pada kecepatan tinggi.

Meski digeber dengan cara menekan dan mengurangi tekanan pada pedal gas,  mesin tipe MZR 1.5-liter, 4-silinder DOHC yang mengusung teknologi S-VT (Sequential Valve Timing) dan ETC (Electronic Trottle Control), tetap hemat bahan bakar. Untuk tipe transmisi manual klaim Mazda bisa mencapai 15,6 km/liter. Faktanya, dengan kondisi lalu lintas Jakarta, tidak bisa mencapai 15 km/liter. Bahan bakar akan lebih hemat kalau anda menggunakan pertamax ketimbang premium, selain lebih boros tenaganya terasa kurang galak.

Dengan suspensi MacPherson Strut (depan) dan H Shape Torsion Beam (belakang) akan terdengar suara yang lumayan mengganggu telinga, terutama saat memasuki jalan berkontur beton dan berlobang. Namun, dengan tambahan penumpang dua di belakang, satu di depan, semakin nyaman dikendalikan.

Mazda 2 yang dibandrol Rp 175 juta (Mazda2 S Manual), Rp 185 juta (Mazda2 S Automatic), Rp 193 juta (Mazda2 R Manual), dan Rp 200 juta (Mazda2 R Automatic) bisa jadi pilihan, kalau saat ini anda sedang mengincar sebuah hatcback. [Tulisan yang sama juga dimuat di INILAH.COM]

From → Auto News

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: