Skip to content

Mobil Hybrid Dominasi Geneva 2010

March 3, 2010

Geneva Motor Show (GMS) 2010 baru dibuka besok (4/3) untuk umum. Namun gaungnya sudah sampai kemana-mana. Para pengunjung sudah tidak sabar lagi ingin menyaksikan mobil-mobil baru yang tampil di ajang pameran terkemuka saat ini. Terlebih lagi, banyak produsen yang memamerkan teknologi hybrid terbarunya.

Mengapa harus hybrid? Isu global warming dan berkurangnya cadangan minyak dunia memaksa para pemain otomotif dunia menciptakan mobil irit, ramah lingkungan tanpa mengurangi performa serta estetika desain dari mobil tersebut. Tak hanya manufaktur terkemuka yang memamerkan teknologi hybridnya, tengok saja di stand Proton. Produsen asal Negeri Jiran ini menampilkan hybrid global pertamanya bernama Emas.

Emas hybrid baru akan di produksi  pada 2012. Mobil ini dirancang oleh rumah studio Italdesign Giugiaro dengan konsep plug-in hybrid drive system yang telah dirancang oleh Lotus Engineering. “Kami telah menciptakan sebuah mobil keluarga dalam konfigurasi yang berbeda tetapi tetap menawarkan ruang penumpang sebuah mobil kategori menengah dan mempertahankan dimensi eksterior mini yang kompak, ”  kata Ketua Italdesign Giugiaro Giorgetto Giugiaro.

Selain Proton, ada Porsche.  Pabrikan yang dibangun  Ferdinand Porshe ini menghadirkan dua sport car bermesin hybrid. Porsche 918 Spyder Plug-In Hybrid Concept dan Porsche 911 GT3 Hybrid.

Toyota apalagi. Manufaktur asal Negeri Matahari Terbit ini bahkan sudah berjanji akan membuat seluruh modelnya memiliki versi hybrid di tahun 2020. “Pengalaman kami dengan Prius dan hybrid lain telah membuktikan bahwa peminat mobil ramah lingkungan ini terus  meningkat,” ujar Vice President Toyota Eropa Andrea Formica.

Tahun lalu, 530.000 konsumen membeli mobil hybrid di seluruh dunia, yang berarti naik 24% dari 2008. Di Eropa, penjualan Prius meningkat 3% pada 2009 dengan total 44.000 unit. “Pengguna mobil hybrida tidak lagi pembeli mobil pertama. Mereka adalah konsumen yang cerdas,” ujar Formica.

Toyota dengan Priusnya,  menjadi projek percontohan bagi produsen mobil lain untuk ikut berlomba-lomba membuat mobil ramah lingkungan ini dengan versi masing-masing. Namun,  tak sedikit produsen yang melihat sukses Toyota dengan Priusnya belum bisa dijadikan tolak ukur.

“Penjualan mobil hybrid tidak berkembang pesat di belahan dunia lain. Salah satu alasannya tentu saja teknologi yang masih sangat mahal,” ujar CEO Saab Jan Jonsson.

Pernyataan ini juga yang mungkin membuat Nissan, perusahaan yang berbasis di Yokohama, Jepang ini,  belum berniat mengembangkan teknologi hybrid. Di GMS 2010 ini, Nissan memperkenalkan generasi keempat Nissan Micra.

Nissan berencana untuk menjual mobil ini di 160 negara di dunia. Generasi keempat penjualan Nissan Micra mulai dipasarkan di Thailand bulan ini. Mobil ini juga rencananya mulai dipasarkan di Indonesia antara tahun ini dan tahun depan.

Demikian juga dengan Aston Martin yang  menampilkan mobil konsep Cygnet dengan menggunakan platform Toyota iQ.  Aston Martin mengungkapkan mobil ini dibuat sebagai komuter di segmen premium. “Banyak pelanggan kami mempunyai kebutuhan mobil kecil untuk perkotaan. Cygnet menggabungkan konsep kecerdasan, inovasi, dan seni untuk pasar mobil kecil. Cygnet mewakili pilihan yang tepat untuk para pelanggan mencari mobil komuter premium,” ujar Chief Executive Officer Aston Martin Ulrich Bez.

From → Auto News

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: