Skip to content

Daimler Dituduh Melakukan Suap di 22 Negara

March 25, 2010

Daimler dituduh menyuap US$ 41.000 atau sekitar Rp 374 juta kepada Perum Damri di Indonesia. Tuduhan suap itu diberikan sebagai hadiah ulang tahun para petinggi di perusahaan bus milik negara tersebut. Tuduhan ini   terungkap setelah Daimler menolak membayar denda US$ 185 juta atau sekitar Rp 1,6 trilyun untuk menyelesaikan serangkaian tuduhan penyuapan internasional.

Daimler juga dituduh memberikan Mercedes S-Class lapis baja sebagai hadiah ulang tahun untuk seorang pejabat di pemerintahan Turkmenistan. Kejaksaan AS juga menuduh Daimler menyuap pejabat asing menggunakan rekening bank rahasia, faktur fiktif, harga palsu, dan pencairan dana dari ‘uang meja’ di sebuah pabrik di Stuttgart.

Dugaan suap itu berlangsung antara tahun 1998 dan 2008 terjadi setidaknya di 22 negara termasuk Rusia, Cina, Vietnam, Indonesia, Nigeria dan Korea Utara. Departemen Hukum AS, yang telah menyelidiki selama lima tahun, menuduh bahwa pembayaran ilegal disalurkan melalui perusahaan afilisasi Daimler AS membantu meningkatkan keuntungan oleh sekurang-kurangnya US$ 50 juta.

Daimler dijadwalkan untuk menjawab semua tuduhan di sidang pada tanggal 1 April mendatang. Seorang juru bicara Daimler menolak memberikan komentar ketika dikonfirmasi. Namun, sebuah sumber terdekat  Daimler mengatakan perusahaan Jerman tersebut setuju untuk membayar US$ 93,6 juta untuk menyelesaikan perkara pidana dan $ 91,4 juta untuk mengakhiri penyelidikan oleh komisi sekuritas dan pertukaran, pengatur keuangan AS.

Pernyataan atas praktek suap Daimler mencuat pertama kali tahun 2004 ketika seorang karyawan perusahaan akuntan di Detroit, mengeluh bahwa ia telah dipecat karena mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai dugaan penyelewenagan dana uang yang meragukan. Sang pengungkap, David Bazzetta, kemudian memenangkan penyelesaian pemecatan.

Dugaan suap Daimler juga terjadi pada kontrak untuk memasok bus kota di Saigon, sebagai transportasi bagi kejuaraan dunia sepak bola di Nigeria pada tahun 1999, kesepakatan untuk mengirim pemadam kebakaran untuk Kroasia, dan bahkan kontrak dengan pemerintah Irak yang melanggar program bantuan pangan PBB.

From → Auto News

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: