Skip to content

Mengubah Kebiasaan Mengemudi, Daihatsu Kampanyekan Eco-Driving

July 1, 2010

Perilaku mengemudi orang-orang Jakarta dan di kota-kota besar lainnya cenderung agresif. Gaya berkendara seperti ini sangat tidak efisien, boros bahan bakar, emisi gas buang bertambah, polusi suara bahkan bisa meningkatkan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

Memang tidak gampang mengubah gaya mengemudi seseorang, — apalagi kalau sudah menjadi habit — sekalipun dengan sebuah aturan. Butuh waktu yang cukup lama dan kampanye secara terus menerus untuk mengubah kebiasaan buruk itu. Mengharapkan pemerintah yang turun tangan, seperti hanya sebuah mimpi. Beruntung, Astra Daihatsu Motor (ADM) punya kepedulian, melalui sebuah program yang bernama ‘Green Driving’.

Program ini sudah dimulai Daihatsu dengan menyosialisasikan kampanye “Anti Bahu Jalan’ pada Mei lalu. Melalui program ini, Daihatsu mengajak anggota komunitasnya tidak melewati bahu jalan saat menghadapi kemacetan lalu lintas. Berhasil? Belum, memang. Masih banyak perilaku pengemudi yang agresif, tidak sabar, kucing-kucingan dengan petugas.

Masih berkaitan dengan program ‘Green Dring’, Daihatsu kembali mengkampanyekan Eco Driving Kontes yang ditujukan bagi angota komunitasnya. “Saat ini hampir semua produsen otomotif berlomba menciptakan mobil dengan teknologi ramah lingkungan. Bahkan di Eropa, peserta yang sedang menjalani kursus menyetir mobil harus lulus tes Eco-Driving dahulu sebelum membuat SIM. Harapan kami dengan pembekalan Eco-Driving coaching dan ditindaklanjuti dengan contest selama 3 bulan, dapat menjadi habit sehari-hari di komunitas Daihatsu,” ujar Direktur Pemasaran PT ADM Amelia Tjandra dalam keterangan resminya, Rabu (30/6) di Jakarta.

Kontes ini diklaim berbeda dengan kontes-kontes penghematan bahan bakar lain, yang lebih mementingkan hasil akhir dalam satu hari kontes. Daihatsu mengadakan kontes ini berdasarkan proses dan akan memakan waktu selama tiga bulan. Hal ini dimaksudkan untuk mengubah kebiasaan mengendarai mobil, sehingga setelah kontes pola mengemudinya akan lebih ekonomis.

Penerapan gaya Eco-Driving diharapkan akan menghemat 20-30% persen penggunaan bahan bakar, sekaligus mengurangi emisi gas buang, polusi suara dan angka kecelakaan. European Climate Change Programme memprediksikan pada tahun 2010 ini praktek Eco-Driving seperti ini akan mampu mengurangi 50 juta ton emisi CO2 di Eropa. Bayangkan bagaimana jika pola Eco-Driving bisa diterapkan oleh seluruh pengguna kendaraan di Indonesia.

From → Auto News

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: