Skip to content

Stop! bbm-an Kalau lagi Nyetir

November 23, 2010

Berkendara sambil bbm-an belakangan semakin menjadi kebiasaan warga Jakarta. Lihat saja, saat lalu lintas sedang macet atau lampu lintas sedang menyala merah, rata-rata pengemudinya asyik dengan BlackBerrynya.

 

Saking asyiknya, lupa kalau kendaraan di depan sudah bergerak atau lampu merah sudah hijau. Setelah di klakson baru bergerak, namun tangan kanan masih memegang BlackBerry. Tangan kiri menempel di stir, sementara mata fokusya terbagi, sebentar-sebentar masih sempat membaca BlackBerry Messenger (bbm).

Braaak,….tiba-tiba mobil di depan ditabrak. Pengemudi di depan keluar, menghampiri pengendara yang  menabrak.  Kalau sudah begini, tak jarang perang mulut terjadi, setelah itu ribut bahkan tonjok-tonjokan. Klakson mobil di belakang pun bersahut-sahutan, tak lupa diiringi  makian, lalu lintas pun jadi macet.

Pernahkah Anda melihat kejadian seperti itu? Atau mungkin Anda sendiri pernah mengalaminya? Kalau itu yang terjadi, berhentilah atau kurangilah ber -bbm-an atau sms-an saat sedang mengemudi.

Pekan lalu, seorang pengendara perempuan muda, tewas setelah bertabrakan dengan dua mobil dari arah berlawanan. Tracy Wale (22) nama gadis cantik asal Northampton, Inggris ini asyik berkirim pesan saat tabrakan terjadi.

Menurut polisi, Tracy samasekali tidak menyadari kalau Vauxhall Astra yang dikendarainya sudah keluar jalur saking asyiknya berkirim pesan. Berdasarkan penjelasan Northampton Coroners Court, pihak polisi menemukan ponsel Tracy masih berisi pesan yang belum sempat dikirim.

Tragisnya, pesan yang disampaikan Tracy kepada temannya itu nggak penting-penting amat. Artinya, kalau pesan singkat (sms) atau bbm itu dibalas ketika dia sampai di tempat tujuan, tabrakan itu mungkin tidak akan terjadi.

“Tidak ada yang begitu penting, tapi Anda tidak mampu menunggu sampai ke tujuan untuk kemudian membalas pesan itu,” kata orang tua Tracy dengan perasaan sedih. Nasi sudah menjadi bubur.

Di Inggris bukan tidak ada larangan penggunaan ponsel saat berkendara, sama dengan  di lebih dari 50 negara lainnya, termasuk juga Indonesia.  Sanksi bagi pelanggar aturan berponsel saat berkendara di tiap negara berbeda-beda, ada yang mencabut surat izin mengemudi (SIM), sanksi penjara, dan sanksi denda dengan jumlah bervariasi.

Tapi Tracy, sama seperti dengan banyak orang di Jakarta atau tempat-tempat lainnya, suka melanggar aturan. Di Indonesia sendiri, mengacu pada Undang Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pada 22 Juni 2009, memberi sanksi denda Rp 750 ribu atau kurungan badan tiga bulan (pasal 283).

Nah! Kalau Anda tidak mau seperti Tracy, yuk ramai-ramai taati aturan. Stop ber’bbm’-an atau ber’sms-an saat Anda sedang berkendara. Sayangilah jiwa Anda, keluarga di rumah selalu menunggu Anda selamat sampai di tujuan.

From → Auto News

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: