Skip to content

Tips

Ganti Velg, Pentingkah?

TAK semua pemilik mobil melakukan penggantian velg sebagai bagian dari trend mempercantik tampilan mobil. Beberapa orang memilih untuk mempertahankan velg standar milik manufaktur, bukan karena mereka tak ingin tampil berbeda, namun karena mereka mengetahui kelebihan velg standar.

563284

“Manufaktur pasti sudah memperhitungkan penggunaan velg standar sesuai dimensi mobil, sehingga sesuai standar keselamatan dan kenyamanannya,” ujar Harry Wijanarko, seorang karyawan swasta pengguna Honda City.

Alasan tersebut memang merupakan salah satu kelebihan velg standar yang harus dipertimbangkan sebelum Anda memutuskan menggantinya dengan velg aftermarket. Menurut Iwan Abdurahman, Instruktur Training PT Toyota Astra Motor (TAM), sebenarnya velg standar manufaktur baik velg aluminium atau  baja, dari segi kualitas sudah diuji kekuatannya. “Untuk keselamatan pengendaraan, velg standar sudah diperhitungkan oleh manufaktur soal kekuatannya untuk mengangkut beban yang akan ditopang mobil,” ujar Iwan. “Selain itu, diameter velg standar- juga ban yang digunakan– telah disesuaikan, sehingga saat  mobil melaju, kecepatan yang tercatat pada speedometer akurat dengan kenyataannya. Hal ini  juga berhubungan dengan sistem-sistem yang terdapat pada kendaraan, seperti stabilitas dan kinerja sistem pengereman anti-lock braking system (ABS) dalam proses pengoperasiannya,” tambahnya.

Velg dan ban adalah unsur yang saling berkaitan erat. Velg standar pabrikan sudah ditentukan ukurannya dengan ukuran ban yang digunakan pada kendaraan. Seperti yang kita lihat dalam keseharian, bahwa kendaraan yang menggunakan velg standar pabrikan, biasanya menggunakan ban dengan dinding yang lebih lebar/tebal. Hal ini jelas memberikan kenyamanan  lebih baik karena ban juga berfungsi sebagai peredam. Semakin tebal dinding ban, maka semakin nyaman pengendaraannya berkat peredaman yang semakin baik. [Sumber: AutoCar]

——————————————————-

Aki Soak, Gunakan Easy Quick Jumper

Aki soak terkadang menjadi salah satu penyebab mobil tidak bisa distater. Cara yang paling umum dilakukan adalah dengan mendorong mobil, atau menggunakan kabel jumper yang disambungkan ke mobil lain.

125106

Cara ini dianggap cukup merepotkan karena harus mencopot aki dan sebagainya. Sebagai solusinya, kini sudah tersedia Easy Quick Jumper.

Fungsinya hampir sama dengan kabel jumper biasa. Bedanya, kalau menggunakan Easy Quick Jumper tidak perlu membuka kap mesin, tapi cukup menggunakan soket pemantik rokok (cigarette lighter socket) yang ada di dalam mobil.

Kemudian tunggu dalam waktu 5-10 menit, setelah itu mobil yang mogok akan bisa distater kembali.

Easy Quick Jumper dijual di situs vat19.com dengan harga US$ 25,95 (sekitar Rp 260.000).

—————————————————————

Hemat Bahan Bakar dan Ramah Lingkungan

Setiap tahun lebih dari 400,000 ribu mobil di jual di Indonesia, plus 5 juta sepeda motor. Itu semua membutuhkan bahan bakar yang dampaknya  menghasilkan gas CO2, salah satu pemicu efek rumah kaca.

file_f_1240554358gif

Memperingati Hari Bumi 22 April, Toyota yang memproduksi mobil-mobil hemat bahan bakar dan ramah lingkungan, memberi tips bagi pengendara kendaraan apapun jenisnya agar lebih efisien dan ramah lingkungan.

  1. Hindari akselerasi cepat. Semakin cepat akselerasi, lebih banyak bahan bakar yang dipakai. Akselerasi sedang-sedangnya saja dan secukupnya, menghemat bahan bakar dan ujungnya menghemat uang.
  2. Hilangkan kebiasaan menginjak pedal rem jika tidak perlu. Bila ingin menurunkan kecepatan, cukup lepaskan pedal gas dan biarkan mobil meluncur.
  3. Berkendara dalam kecepatan stabil dan dibawah batas maksimal kecepatan yang di ijinkan di area itu. Konsumsi bahan bakar akan meningkat dratis saat mobil bergerak diatas 100km/jam.
  4. Mobil selalu dirawat dan periksa tekanan angin ban secara berkala. Mobil akan beroperasi dengan efisiensi maksimum jika kondisinya bagus.
  5. Kurangi bawaan yang tidak perlu.
  6. Rencanakan rute dan waktu perjalanan. Hindari kawasan padat. Jika memungkinkan untuk jarak-jarak pendek yang bisa ditempuh dengan jalan kaki, parkir saja mobil anda. [Sumber: Toyota]

———————————————–

Menghindari Cidera Saat Touring

touring1

TOURING merupakan kegiatan yang selalu dilakukan oleh para pengendara sepeda motor (bikers). Akan tetapi manusia tidak lepas dari musibah atau kecelakaan.

Nah, bagi anda yang mengalami musibah atau terjatuh dari sepeda motor pada saat touring jangan khawatir. Mengangkat motor yang jatuh apalagi motor lagi yang bobotnya melebihi bobot rider bukan perkara mudah. Tapi bukan berarti tidak mungkin.

Berikut ini adalah cara mengangkat motor menggunakan punggung agar terhindar dari cidera :

1. Posisikan tubuh membelakangi motor yang tergeletak, letakkan tangan kanan di grip stang kiri (hal ini berlaku sebaliknya untuk motor yang tegeletak ke sebelah kiri)

2. Letakkan tangan kiri di penyangga punggung atau jok belakang untuk motor pada umumnya

3. Mulailah menggerakkan tungkai lutut bukan punggung anda untuk mulai menopang motor

4. Saat motor sudah hampir berdiri gunakan kaki kanan untuk mulai membuka penyangga motor (side stand)

5. Motor sudah dapat di topang oleh side standnya sendiri.

Semoga tips ini berguna bagi anda para bikers.

—————————————————–

10 Cara Mengemudi Mobil Saat Hujan

accord-hitam3 HUJAN mulai mengguyur Jakarta dan beberapa kota lainnya di Indonesia. Perlu diketahui, ketika kondisi jalanan basah karena hujan, jarak pengereman bisa menjadi dua kali lebih panjang dibandingkan kondisi kering. Misalnya mobil yang melaju dengan kecepatan 80km/jam, pengereman hingga berhenti butuh jarak 53 m pada kondisi kering, namun pada kondisi basah menjadi 106 m.

Ketika hujan dan jalanan basah, bisa mengakibatkan slip karena resapan air ke aspal membuat ban kehilangan traksi. Hujan juga menyebabkan penglihatan pengemudi berkurang dan juga menurunkan daya pandang karena air menutupi lampu utama, jendela, dan kaca depan/belakang. Hujan deras ini juga sering disalahkan menjadi penyebab kecelakaan. Sebenarnya banyak kecelakaan bisa dicegah, bila pengemudi menyadari terdapat perbedaan mengemudi pada saat saat hujan atau tidak.

Berikut tips aman berkendara ketika hujan :

1. Lakukan pemeriksaan tekanan ban. Bila kurang angin akan membuat ban lebih cepat aus, sehingga bisa menimbulkan terjadinya aquaplaning (ban kehilangan grip karena lapisan air), dan handling yang liar.
2. Turunkan kecepatan hingga kecepatannya rendah dan jaga jarak aman dengan mobil di depan. Bila kemudi masih liar dan sulit dikendalikan, berarti mobil masih terlalu cepat lalu lakukan secara perlahan menurunkan kecepatan.
3. Periksalah karet pada wiper mobil. Jika permukaan karet wiper yang bersentuhan dengan kaca tampak mengkilap, segera ganti dengan yang baru. Pastikan air pembersih kaca depan cukup. Bawalah selalu deterjen atau shampoo di dalam botol untuk membantu mengkilapkan kaca.
4. Periksa juga lampu dan sistem kelistrikan kendaraan. Sebab pada saat hujan lebat jangan sampai lampu mobil bermasalah yang bisa membahayakan keselamatan penumpang.
5. Disarankan menghidupkan lampu depan, meskipun hujan tidak terlalu lebat. Lampu ini tidak saja membantu melihat jalan tapi juga membantu pengemudi lain melihat mobil Anda.
6. Gejala slip bisa terjadi pada semua pengemudi. Bila mobil mulai tergelincir, jangan menginjak habis rem. Jangan pula pompa rem bila mobil Anda di lengkapi anti-lock braking system (ABS). Sebaliknya, tekan dengan pasti dan arahkan kemudi sesuai arah slip mobil.
7. Bila hujan terlalu deras, sebaiknya berhenti, namun hindari rem mendadak. Hujan yang lebat akan membebani wiper, sehingga kaca depan selalu tertutup air. Ini berakibat pandangan ke depan sangat terbatas sehingga kemungkinan tidak bisa melihat batas-batas jalan maupun kendaraan lain. Carilah tempat peristirahatan atau tempat aman. Bila terpaksa berhenti di pinggir jalan, berhentilah se-pinggir mungkin. Hidupkan lampu depan dan lampu hazard agar pengemudi lain waspada.
8. Bila harus terpaksa mobil berjalan terus meskipun hujan deras dan jalanan mulai banjir, perhatikan ketinggian air. Pusatkan konsentrasi dan kehati-hatian untuk menguasai laju kendaraan tanpa mengganggu pengguna jalan lainnya.
9. Jika tinggi air mencapai seperempat ketinggian roda, mengemudilah dengan kecepatan rendah (bisa gigi 3) dan jaga kestabilan. Bila tinggi air mencapai separuh ketinggian roda, sebaiknya kemudikan dalam posisi gigi dua. Jika ketinggian air melebihi separuh tinggi roda, konsentrasi perlu dimaksimalkan (gunakan gigi 1). Jika tinggi air membuat roda terendam seluruhnya, urungkan niat berkendara.
10. Terakhir, sebelum memutuskan untuk menerjang banjir, pastikan kemampuan kendaraan Anda. Salah satunya dengan melihat kendaraan sekeliling, adakah yang berhasil lolos. Tapi cara ini belum tentu berhasil, siapa tahu kendaraan tersebut dimodifikasi atau dilengkapi perangkat anti banjir.

5 Comments
  1. great info

  2. tips yang baik……. …maju terus.trims udah mampir.

  3. Amir permalink

    Tips mengenderai bagi biker saat hujan sesuai dngn yg sy alami

  4. Tips sangat bagus dan berguna. Terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: